Featured Post Today
print this page
Latest Post
Tampilkan postingan dengan label Dunia Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dunia Islam. Tampilkan semua postingan

Hati-hati dengan Faham Jaringan Islam Liberal (JIL)

Orang JIL sangat senang bikin pernyataan kontroversial tentang syariat Islam, misalkan Nurkholis Majid yang menyatakan Iblis akan masuk surga karena tidak mau sujud kepada Adam, atau Ulil Abshar Abdala yang menyatakan semua agama itu sama, atau pernyataan kontroversial mahasiswa Fakultas Dakwah IAIN Bandung tahun 2003 silam yang menyebutkan Anjinghu Akbar dan lain sebagainya.

Teman saya juga ada yang mengirim pesan, bahwa dia akan mendirikan agama baru, nabi baru, dia kuliah di Universitas Islam di Cirebon, ada juga yang mencoba melempar opini, andai Muhammad turun di Bandung tentu tak akan berjenggot, tak akan ada jilbab, tak akan ada hukum potong tangan dan lain sebagainya. Mereka paling senang melempar pernyataan kontroversi seperti di atas. Jika kita beritahu mereka bahwa mereka sudah terasuki faham JIL, mereka mengelak, bahwa pernyataan mereka hanya untuk memancing orang untuk mengeluarkan pendapatnya. Supaya lebih bisa kritis berpikir.Tapi justru itu, kalau pernyataan-pernyataan yang mereka lontarkan untuk membangun Islam, kenapa seakan-akan mereka menyerang Islam? Menyerang syariat? Apakah mereka pikir agama ini adalah sebuah permainan? Padahal mereka tahu bahwa berandai-andai itu sungguh termasuk perbuatan syetan.

Itulah tabiat mereka, menyerang dan menjelek-jelekan agama sendiri. Kalau dikatakan mereka keliru, mereka bilang tidak menghargai pendapat orang lain, lho? Justru bukannya mereka yang mulai menyerang? Melempar statemen-statemen kontroversial tentang agamanya sendiri?

Dalam Islam justru Islam-lah yang paling menghargai pendapat dan perbedaan, tapi ketika perbedaan yang menyangkut Tauhid (dalam istilahnya Ushuludin) itu lain lagi ceritanya. Perbedaan itu bukan dalam hal yang telah ada nash Al-Quran dan Haditsnya. Ketika perbedaan menyangkut Tauhid dan Syariah itu lain lagi ceritanya. Yang ditolerir itu adalah perbedaan dalam Syariat (Fiqih). Ketika mereka mempermasalahkan hukum potong tangan misalnya, itu lain lagi ceritanya. Karena masalah Qishah itu telah ada dalam Al-Quran Haditsnya.

Pembaca yang budiman, di masa Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam masih hidup ada dua golongan musuh Islam yaitu orang kafir dan orang munafiq. Di antara kedua golongan ini orang-orang munafiq adalah yang paling berbahaya bagi ummat Islam, karena mereka mengaku Islam namun pada hakekatnya menghancurkan Islam dari dalam. Dan hal ini senantiasa terjadi di sepanjang jaman, begitu pula di jaman kita sekarang ini bahkan di negeri yang kita tinggali ini.

Alloh Ta’ala memerintahkan kepada Nabi dan orang-orang yang beriman supaya berjihad melawan orang-orang kafir dan munafiq. Alloh berfirman, “Wahai Nabi berjihadlah (melawan) orang-orang kafir dan orang-orang munafiq dan bersikap keraslah pada mereka. Tempat mereka ialah neraka Jahannam. Dan itulah tempat kembali yang seburuk-buruknya.” (At Taubah : 73).

JIL mengganyang Islam Salah satu musuh yang kini tengah dihadapi ummat Islam adalah ajaran sesat yang dibawa oleh Jaringan Islam Liberal/JIL. Sehingga kerancuan yang mereka tebarkan perlu dibantah, apalagi orang-orang yang membawa pemikiran sesat ini adalah tokoh-tokoh yang digelari cendekiawan, kyai dan intelektual. Sebenarnya pernyataan mereka terlalu menyakitkan untuk ditulis dan disebarluaskan, namun demi tegaknya kebenaran maka dalam kesempatan ini akan kami bawakan beberapa contoh kesesatan pemikiran mereka yang dengannya pembaca akan mengetahui betapa rusaknya akidah Islam Liberal ini.

Orang JIL tidak paham tauhid Nurcholis Majid menafsirkan Laa ilaaha illalloh dengan arti tiada tuhan (t kecil) kecuali Tuhan (T besar). Padahal Rosululloh, para sahabat dan para ulama dari jaman ke jaman meyakini bahwa makna Laa ilaaha ilalloh adalah tiada sesembahan yang benar kecuali Alloh. Dalilnya adalah firman Alloh, “Demikian itulah kuasa Alloh Dialah sesembahan yang haq adapun sesembahan-sesembahan yang mereka seru selain Alloh adalah (sesembahan) yang batil..” (Al Hajj : 62). Nah satu contoh ini sebenarnya sudah cukup bagi kita untuk mengatakan bahwa ajaran JIL adalah sesat karena menyimpang dari petunjuk Rosululloh dan para sahabat. Walaupun dalam mempromosikan kesesatannya mereka menggunakan label Islam, tapi sesungguhnya Islam cuci tangan dari apa yang mereka katakan.

Orang JIL tidak paham kebenaran Ulil Abshar mengatakan bahwa semua agama sama, semuanya menuju jalan kebenaran, jadi Islam bukan yang paling benar katanya. Padahal Al Qur’an dan As Sunnah menegaskan bahwa Islamlah satu-satunya agama yang benar, yaitu Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad shollallohu ‘alaihi wa sallam. Alloh Ta’ala berfirman, “Sesungguhnya agama yang benar di sisi Alloh hanyalah Islam” (Ali Imron : 19). Nabi juga bersabda, “Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya. Tidaklah ada seorang pun yang mendengar kenabianku, baik Yahudi maupun Nasrani kemudian mati dalam keadaan tidak beriman dengan ajaran yang aku bawa kecuali pastilah dia termasuk di antara para penghuni neraka” (HR. Muslim). Kalau Alloh dan Rosul-Nya sudah menyatakan demikian, maka anda pun bisa menjawab apakah yang dikatakan Ulil ini kebenaran ataukah bukan?.

Orang JIL tidak paham Islam Para tokoh JIL menafsirkan Islam hanya sebagai sikap pasrah kepada Tuhan. Maksud mereka siapapun dia apapun agamanya selama dia pasrah kepada Tuhan maka dia adalah orang Islam. Allohu Akbar! Ini adalah jahil murokkab (bodoh kuadrat), sudah salah, merasa sok tahu lagi. Cobalah kita simak jawaban Nabi ketika Jibril bertanya tentang Islam. Beliau menjawab, “Islam itu adalah engkau bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang haq kecuali Alloh dan bahwasanya Muhammad adalah utusan Alloh, engkau menegakkan sholat, menunaikan zakat, berpuasa di bulan Romadhon dan berhaji ke baitulloh jika engkau sanggup mengadakan perjalanan ke sana” (HR. Muslim). Siapakah yang lebih tahu tentang Islam; Nabi ataukah orang-orang JIL ?

Orang JIL menghina syari’at Islam Ulil Abshor mengatakan bahwa larangan kawin beda agama, dalam hal ini antara perempuan Islam dengan lelaki non-Islam sudah tidak relevan lagi. Padahal Alloh Ta’ala telah berfirman, “Pada hari ini Aku telah sempurnakan bagi kalian agama kalian dan Aku telah cukupkan nikmat-Ku atas kalian dan Aku telah ridho Islam menjadi agama kalian” (Al Ma’idah : 3). Kalau Alloh yang maha tahu sudah menyatakan bahwa Islam sudah sempurna sedangkan Ulil mengatakan bahwa ada aturan Islam yang tidak relevan -tidak cocok dengan perkembangan jaman- maka kita justeru bertanya kepadanya : Siapakah yang lebih tahu, kamu ataukah Alloh?!.

Orang tidak tahu kok diikuti ? Demikianlah beberapa contoh kesesatan pemiiran JIL. Kita telah melihat bersama betapa bodohnya pemikiran semacam ini. Kalaulah makna tauhid, makna Islam adalah sebagaimana yang dikatakan oleh mereka (JIL) niscaya Abu Jahal, Abu Lahab dan orang-orang kafir Quraisy yang dimusuhi Nabi menjadi orang yang pertama-tama masuk Islam. Karena mereka meyakini bahwasanya Alloh-lah pencipta, pengatur, pemberi rizki, yang menghidupkan dan mematikan, yang mampu menyelamatkan mereka ketika tertimpa bencana, sehingga ketika mereka diombang-ambingkan oleh ombak lautan mereka mengikhlashkan do’a hanya kepada Alloh, memasrahkan urusan mereka kepada-Nya.

Namun dengan keyakinan semacam ini mereka tetap saja menolak ajakan Nabi untuk mengucapkan Laa ilaaha illalloh. Bahkan mereka memerangi Rosululloh, menyiksa para sahabat dan membunuh sebagian di antara mereka dengan cara yang amat keji. Inilah bukti bahwa orang-orang JIL benar-benar tidak paham Al Qur’an, tidak paham As Sunnah, bahkan tidak paham sejarah !!.

Himbauan Melalui tulisan ini kami menghimbau kepada segenap kaum muslimin agar menjauhi buletin, majalah, siaran TV atau radio yang digunakan oleh JIL dalam menyebarkan kesesatan mereka dan bagi yang memiliki kewenangan hendaklah memusnahkannya. Karena Alloh Ta’ala telah memerintahkan, “Wahai Nabi berjihadlah (melawan) orang-orang kafir dan orang-orang munafiq dan bersikap keraslah pada mereka. Tempat mereka ialah neraka Jahannam. Dan itulah tempat kembali yang seburuk-buruknya.” (At Taubah : 73). Dan ketahuilah bahwasanya tidak ada yang bisa membentengi kaum muslimin dari kebinasaan kecuali dengan kembali berpegang dengan Al Qur’an dan As Sunnah serta pemahaman para salafush sholih (sahabat dan murid-murid mereka). Dan Rosululloh telah menegaskan bahwasanya ilmu itu hanya bisa diraih dengan cara belajar (lihat Fathul Bari). Semoga tulisan yang singkat ini bisa meruntuhkan kerancuan-kerancuan yang ditebarkan oleh musuh-musuh Alloh dan Rosul-Nya.

Imam Al Auza’i berpesan, “Wajib atas kalian mengikuti jejak salaf (para sahabat) walaupun banyak manusia yang menentangmu. Dan waspadalah dari pemikiran-pemikiran manusia meskipun mereka menghiasinya dengan perkataan-perkataan yang indah di hadapanmu”. Hanya kepada Alloh-lah kita memohon perlindungan. Wallohu a’lam.

Disarikan dari tulisan Abu Mushlih Ari Wahyudi
0 komentar

Sebut Rohis Radikal, KAPMI Desak Cak Imin Minta Maaf


Muhaimin Iskandar (Cak Imin)
Organisasi Rohani Islam atau biasa dikenal ROHIS kembali mendapat stigma negatif. Setelah beberapa waktu lalu salah satu stasiun televisi menyudutkan Rohis sebagai sarang teroris, kini Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Muhaimin Iskandar atau akrab disapa Cak Imin memberikan statement yang tidak etis terhadap Rohis. Di sela-sela kegiatan Kongres Ikatan Pelajar Nahdatul Ulama (IPNU) (2/12/2012) ia mengatakan, “Siswa-siswi SMA kita kini tidak kenal NU, kenalnya Rohis, yang hasilnya radikal dan culun-culun itu. Oleh karena itu mari kita benahi pendidikan, modalnya adalah percaya diri. Kalau tidak percaya diri jangan pernah ngaku jadi anak buah KH. Hasyim Ashari dan Gus Dur yang kokoh dan berani,”.

Jelas apa yang disampaikan Cak Imin tidak pantas keluar dari mulut seorang kader terbaik NU. Kita kenal NU memiliki karakter sopan santun, beradab dalam menyampaikan sesuatu. Stigma radikal yang dialamatkan kepada Rohis oleh Cak Imin sama sekali tak beralasan. Dia lupa beberapa waktu lalu kala Rohis di cap teroris, ribuan masa rohis protes turun ke jalan. Aksi yang murni muncul dari dasar hati mereka yang berkecimpung di ekstrakulikuler Rohis di sekolahnya masing-masing. Mereka menganggap apa yang mereka lakukan di Rohis memberi banyak sekali manfaat dan tidak ada sama sekali yang disebut selama ini sebagai radikalisasi. Belum lagi protes besar-besaran yang dilakukan para aktivis Rohis dan alumni Rohis di jejaring sosial.
“ Kami anak Rohis menyesalkan ucapan dari pak Menteri Muhaimin Iskandar yang menyebut kami sebagai radikal dan generasi culun”, ungkap Muhammad Farhan, Ketua Kesatuan Aksi Pelajar Muslim Indonesia (KAPMI) Jakarta. Ia menambahkan jika indikator Rohis dianggap radikal adalah karena sebagian tidak mengenal NU, mengapa hanya Rohis yang disudutkan?.
Sebagai kader NU terlebih lagi ia menjadi pejabat publik, Cak Imin telah melupakan nilai luhur NU yang menyadari betul bahwa pembinaan akhlak dan moral adalah bagian penting dari proses kemajuan bangsa. Tentunya proses tersebut bukan hanya dilakukan semata-mata oleh NU sebagai aktor tunggal melainkan melibatkan banyak elemen. Itulah yang menjadi dasar pemikiran NU sejak dahulu dibawa oleh KH. Hasyim Asyari. Cak Imin harus banyak belajar kembali tentang bagaimana sejarah NU membangun karakter bangsa. Sebagai organisasi islam terbesar di negeri ini, tentu NU telah memberikan warna terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara.
Oleh sebab itu Kesatuan Aksi Pelajar Muslim Indonesia (KAPMI) mendesak Cak Imin meminta maaf secara terbuka kepada publik khususnya para aktivis Rohis dan juga alumni-alumni Rohis.  “Kami meminta pak Muhaimin meminta maaf dan menarik kembali ucapannya di depan publik,” tegas Farhan. Bahwasannya apa yang mereka rasakan selama di Rohis itu memberikan perubahan besar dalam hidup mereka. Dari yang tidak paham agama sampai menjadi paham, bahkan mereka juga belajar organisasi sejak dini. Hingga mereka dilatih untuk mandiri, berani dan cerdas.
Para pejabat negeri ini sepertinya harus belajar pada mereka di Rohis. Mereka yang berusaha bertahan di tengah gelombang kebobrokan moral. Tak mudah bagi mereka bertahan di Rohis karena godaan dunia remaja itu sangat berat. Ditambah lagi dengan tuduhan-tuduhan dari berbagai pihak yang sama sekali tak beralasan. Mereka tetap bersemangat beraktivitas di Rohis, mengajak teman-teman mereka untuk mengikuti kegiatan yang bermanfaat di Rohis. Dan tak lupa mereka menorehkan prestasi di kelas. Sekali lagi Rohis menjadi kontrol sosial dan moral di sekolah. Jika ini dirusak maka kita akan lebih lama lagi menikmati kondisi kebobrokan moral bangsa ini. – Humas KAPMI-
×
0 komentar

Ketua DPR RI Temui Presiden Mesir Bahas Gaza dan Pererat Hubungan Kedua Negara

Ketua DPR RI Marzuki Ali dan Presiden Mesir Dr. Mursi
Islamedia - Senin (3/12) Presiden Mesir Muhammad Mursi menerima kunjungan Ketua DPR RI, Marzuki Ali, di istana negara. Marzuki Alie tiba di Kairo pada Ahad petang untuk memulai kunjungannya ke Mesir dan Palestina dalam kapasitas sebagai Ketua DPR-RI merangkap Presiden Persatuan Parlemen Organisasi Kerja Sama Islam (PUIC). 
Pertemuan ini membahas upaya memperkuat hubungan antara Republik Arab Mesir dan Republik Indonesia dan juga membahas persoalan palestina.
Marzuki dalam pertemuan itu didampingi Duta Besar RI untuk Mesir, Nurfaizy Suwandi dan enam anggota DPR, sementara Mursi didampingi Ketua Majelis Syura (MPR) Mesir, Ahmad Fahmi.

Anggota DPR-RI yang mendampingi Marzuki itu adalah Hayono Isman (Demokrat), Surahman Hidayat (PKS), dan empat anggota Grup Kerja Sama Bilateral (GKSB) RI-Palestina, yaitu Al Muzammil Yusuf (ketua), Raihan Iskandar, Sukiman, dan Muradi Darmansyah.
Marzuki menyatakan penghargaannya atas upaya Mesir untuk mencapai kesepakatan gencatan senjata di Jalur Gaza. Kedua belah pihak sepakat tentang perlunya untuk meringankan penderitaan rakyat Palestina melalui pengangkatan langsung dari segala bentuk blokade di Jalur Gaza dan membuka perlintasan bagi orang-orang dan barang. 
Pertemuan ini juga membahas cara-cara memperkuat hubungan antara Republik Arab Mesir dan Republik Indonesia, terutama untuk memberikan dukungan politik dan dasar hukum bagi pengusaha dan investor dari kedua belah pihak untuk meningkatkan pertukaran perdagangan dan investasi bersama antara kedua negara, di samping untuk meningkatkan hubungan kebudayaan dan pendidikan.

Presiden Mesir Muhammad Mursi merencanakan membawa pengusaha ke Indonesia dalam upaya meningkatkan kerja sama perdagangan dan investasi kedua negara.

"Rencananya tahun depan (2013) Presiden Mursi akan berkunjung ke Indonesia dengan membawa sejumlah pengusaha Mesir untuk menjalin kerja sama dengan mitra mereka di Indonesia," kata Ketua DPR-RI Marzuki Alie kepada Antara  di Kairo usai pertemuan dengan Kepala Negara Mesir di Istana Al Ittihadiyah itu, Senin (3/12/2012) petang waktu setempat.

Menurut Marzuki, tekad Presiden Moursi itu diungkapkan setelah melihat data kerja sama ekonomi dan perdagangan RI-Mesir masih sangat kecil, yaitu hanya sekitar dua miliar dolar AS per tahun.

"Padahal potensi kedua negara dalam kerja sama ekonomi sangat besar dan seharusnya lebih dari itu bila dioptimalkan," kata Marzuki.

Selain bertemu Presiden Mursi, Marzuki dan anggota delegasi juga secara terpisah bertemu dengan Ketua MPR Ahmad Fahmi di gedung parlemen dan Perdana Menteri Hisham Qandil.
Dari Kairo, Marzuki akan bertolak ke Gaza untuk bertemu Perdana Menteri Hamas, Ismail Haniya dan pimpinan parlemen Palestina di wilayah yang masih diblokade Israel.

Misi Kunjungan Marzuki ke Gaza untuk menyampaikan rasa simpati dan solidaritas Indonesia serta dunia Islam terhadap rakyat Jalur Gaza yang dibombardir Israel dalam perang delapan hari pada 14-21 Desember 2012.

Indonesia Akan Buka Kantor Kedutaan di Palestina

Sementara itu Presiden Palestina Mahmoud Abbas telah menyatakan kesiapan menerima kunjungan delegasi lain DPR RI pimpinan Ketua Komisi I, Mahfudz Siddiq, di Ramallah, Tepi Barat, Palestina pada Senin (3/12).

"Barusan sudah ada konfirmasi dari Ramallah bahwa delegasi DPR RI akan diterima Presiden Abbas," kata Ketua Kaukus Parlemen untuk Timur Tengah, Komisi I DPR-RI, Muhammad Najib.

Selain Presiden Abbas, delegasi pimpinan Ketua Komisi I DPR RI, Mahfudz Siddiq juga akan diterima Gubernur Jericho dan Wakil Menlu Palestina. Delegasi DPR sebelumnya berkunjung ke Gaza dan bertemu PM Ismail untuk menyampaikan simpati serupa.

Menurut Najib, dalam kunjungan ke Ramallah, delegasi akan menyampaikan bahwa Indonesia akan membuka Kantor Perwakilan di Ramallah yang akan menjadi cikal bakal KBRI. [admpyg]
0 komentar
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Media Dakwah Kampus - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger